Pengendalian Hama Secara Biologis (Biological Pest Control)

Biological Pest Control

Pengendalian Hama Secara Biologis – Pertanian merupakan sektor terbesar yang juga manjadi pencaharian utama sebagian besar masyarakat Indonesia. Berbicara masalah pertanian, tentu erat kaitanya dengan hama, yang mungkin menjadi musuh utama bagi para petani. Dimana hama ini bisa menjadi penentu berhasil atau tidaknya seorang pertani dalam menanam tanaman mereka. Bahkan hama ini bisa membuat para petani 100% tidak bisa panen.

Dengan resiko yang begitu besar, banyak para petani yang melakukan segala cara untuk dapat mengendalikan hama. Mulai dari penggunaan bahan alami, penyemprotan dengan bahan kimia, bahkan akhir-akhir ini ada metode pengendalian hama secara biologis. Dimana semua cara tersebut ditempuh dalam rangka menekan keikutsertaan hama sebagai penentu dari hasil pertanian.

Kali ini akan dibahas salah satu metode pengendalian hama yang tidak biasa. Dimana dengan metode ini, peran dari petaninya sendiri juga akan sangat mempengaruhi. Saat menggunakan metode ini, petani akan merasakan hasil panen yang akan berbeda dab tidak akan tersentuh oleh hama.

Adalah pengendalian hama secara biologis, yaitu sebuah pengendalian hama yang melibatkan makhluk hidup lain didalam proses pengendalian tersebut. Pada proses ini nantinya ada beberapa unsur yang akan berpengaruh terhadap sukses atau tidaknya pengendalian hama tersebut. Yaitu herbivori, predasi dan parasitisme, dimana nantinya makhluk lain yang berperan akan disebut sebagai agens pengendali hayati.

Metode Pengendalian Hama

Ada beberapa metide yang bisa anda gunakan untuk menerapkan pengendalian hama ini. Dimana nantinya, pada proses ini anda akan dituntut untuk extra dalam mengurusnya. Sebab hal ini berkaitan dengan makhluk hidup lain yang akan membantu anda dalam mengendalikan hama. Dengan metode di bawah ini:

  • Metode importasi

Ini merupakan pengendalian hama secara biologis yang secara langsung mendatangkan musuh dari hama ke lahan pertanian anda. Dalam hal ini, tentu anda harus tahu jenis hama apa yang menyerang tanaman anda. Sehingga anda bisa mencarikan musuh dari hama tersebut, dan ada tempatkan di lahan pertanian anda untuk mengusir atau memakan hama tersebut.

Agens pengendali hayati ini nantinya akan menjadi seekor predator yang memangsa hama-hama dilahan anda. Namun anda juga tetap harus menjaga kelangsungan hidup dari agens hayati yang akan anda gunakan. Dengan tetap memberikan ruang gerak di sekitar lahan anda.

  • Metode augmentasi

Metode ini merupakan langkah lanjutan daripada pengendalian hama secara biologis yang pertama. Dimana untuk mempercepat pengendalian dan pelumpuhan hama yang ada, anda dianjurkan untuk menambahkan jumlah dari predator pemangsa hama tersebut. Tentu hal ini juga harus anda sesuaikan, dimana saat anda menemukan banyak sekali hama maka augmentasi juga perlu anda lakukan.

  • Metode konservasi

Seperti pada metode pertama dimana agens pengendali hayati harus terfasilitasi dengan pembatas yang memungkinkanya tetap berada di dalam lahan anda. Metode ini adalah langkah lanjutan, dimana anda harus mampu untuk membuat populasi agens tetap utuh. Sehingga pada proses pengendaliannya, anda tidak perlu mengulangi dari langkah awal yang sudah disebutkan.

Metode ini sebenarnya juga bisa diterapkan pada hama yang ada di lingkungan rumah, hanya saja agar lebih aman silahkan serahkan pada yang ahli saja. Sekarang sudah ada jasa pest control surabaya dengan ijin resmi. Fumida merupakan salah satu perusahaan pest control terbaik di Indonesia yang sudah terpercaya sejak dulu.

Penggunaan pengendalian hama secara biologis ini dinilai sangat menguntungkan. Sebab petani benar-benar bisa merasakan hasil pertanian dari lahannya tanpa ada gangguan dari hama. Bahkan di sini juga terjadi sebuah hubungan simbiosis mutualisme yang saling menguntungkan antara petani dengan agens pengendali hayati. Dimana petani bisa terhindar dari hama, dan agens pengendali mendapatkan makanan yaitu dari hama yang ada.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *